Penerimaan Mahasiswa Baru

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darunnajah Tampil Memukau dalam Kegiatan Internasional di Korea Selatan Tahun 2026
Busan, Korea Selatan, Ahad 7 Juni 2026 — Di panggung terbuka kawasan Haeundae Beach, Busan, Korea Selatan, puluhan pasang mata tertuju pada gerakan serempak para penari Saman Gayo dari Provinsi Aceh yang mewakili Indonesia. Tepuk dada, tepuk tangan, dan gelengan kepala yang menyatu dalam irama cepat berhasil memukau penonton dari berbagai negara yang memadati area pertunjukan.
Pada penampilan tersebut ada dua mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darunnajah yang ikut tampil dalam barisan tersebut, ia bernama Said Ahmad yang merupakan mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi serta Khairul Anwar yang merupakan mahasiswa Rekayasa Perangkat Lunak. Bersama rekan-rekan satu tim, mereka membawakan Tari Saman dengan formasi yang rapat dan tempo yang terus meningkat hingga akhir pertunjukan, mengundang decak kagum sekaligus tepuk tangan meriah dari hadirin.

Tari Saman, yang berasal dari Suku Gayo di Aceh dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, dikenal dengan kekompakan gerak dan kecepatan tempo yang menuntut konsentrasi tinggi serta kekompakan antarpenari. Tanpa iringan alat musik, kekuatan tarian ini bertumpu pada suara, tepukan, dan keselarasan gerakan tubuh para penarinya.
Penampilan di panggung internasional ini menjadi pengalaman berharga, sekaligus ajang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Dapat menampilkan budaya daerah Indonesia di hadapan penonton lintas bangsa adalah kebanggaan tersendiri.
“Membawakan Tari Saman di hadapan penonton dari berbagai negara adalah kebanggaan yang luar biasa. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga mampu menjaga dan memperkenalkan budaya bangsa ke kancah internasional,” ujar Said Ahmad.

Keikutsertaan mereka dalam ajang ini menunjukkan bahwa pengembangan diri sebagai mahasiswa tidak terbatas pada ruang kuliah dan laboratorium semata. Kegiatan seni dan budaya menjadi sarana penting untuk membentuk karakter, melatih kerja sama tim, serta memperluas wawasan global mahasiswa.
Diharapkan, penampilan ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk aktif melestarikan budaya Indonesia sekaligus membawa nama baik program studi dan kampus di kancah internasional.



